Perawatan saluran akar sering disebut PSA. Tindakan ini dilakukan ketika kerusakan gigi sudah mencapai ruang di dalamnya, tempat saraf dan pembuluh darah berada. Yang dikerjakan adalah membersihkan jaringan yang sudah terinfeksi dari dalam saluran akar, mendisinfeksi ruangnya, lalu menutupnya rapat agar bakteri tidak masuk kembali.
Tujuannya satu: mempertahankan gigi asli Anda. Setelah PSA, gigi tetap berdiri di tempatnya dan tetap berfungsi untuk mengunyah — yang hilang hanya sarafnya, bukan giginya.
Kapan perawatan ini dibutuhkan
Tanda yang paling khas adalah nyeri berdenyut yang muncul sendiri tanpa dipicu makanan, sering memburuk di malam hari saat berbaring. Tanda lainnya:
- Ngilu berkepanjangan setelah minum panas atau dingin, tidak hilang dalam hitungan detik
- Gigi terasa sakit saat digigit atau ditekan
- Gusi di dekat gigi tersebut bengkak, atau muncul benjolan kecil seperti bisul
- Gigi berubah warna menjadi lebih gelap dibanding gigi sebelahnya
Ada satu hal yang sering disalahpahami: nyeri hebat yang tiba-tiba hilang sendiri bukan berarti sembuh. Pada saraf gigi yang terinfeksi, hilangnya nyeri justru sering menandakan sarafnya sudah mati. Infeksinya tetap berjalan, diam-diam, menuju ujung akar dan tulang di sekitarnya.
Lebih baik PSA atau dicabut
Pertanyaan ini hampir selalu muncul, biasanya karena PSA terdengar lebih mahal dan lebih lama. Perbandingannya perlu dilihat utuh.
Mencabut gigi memang selesai dalam satu kunjungan dan biayanya lebih kecil di awal. Tetapi ruang kosong yang ditinggalkannya menimbulkan urusan baru: gigi sebelahnya bergeser miring, gigi lawan pada rahang seberang ikut turun, dan tulang di bawahnya menyusut. Penggantinya — entah gigi tiruan, bridge, atau implan — biayanya jauh melampaui biaya PSA.
Selama gigi masih punya struktur yang cukup untuk direstorasi dan tulang penyangganya sehat, mempertahankannya hampir selalu pilihan yang lebih baik. Pencabutan menjadi masuk akal bila akarnya sudah retak, mahkotanya patah sampai jauh di bawah garis gusi, atau tulang pendukungnya sudah terlalu banyak hilang.
Bagaimana prosesnya berjalan
Gigi dibius lokal lebih dulu, sehingga tindakan tidak terasa nyeri. Ini penting ditekankan karena PSA punya reputasi menakutkan yang sebagian besar berasal dari masa sebelum teknik dan bahan anestesi seperti sekarang.
Dokter membuat jalan masuk ke ruang saraf, membersihkan jaringan terinfeksi, lalu membentuk dan mendisinfeksi saluran akar. Tahap ini yang menentukan keberhasilan — saluran akar bentuknya berliku dan jumlahnya berbeda pada tiap gigi, gigi belakang bisa punya tiga sampai empat saluran.
Di antara kunjungan, gigi ditutup sementara dan kadang diberi obat di dalam salurannya. Setelah saluran benar-benar bersih dan keluhan reda, salurannya diisi bahan pengisi dan ditutup permanen. Umumnya dibutuhkan tiga sampai empat kali kunjungan, bergantung tingkat infeksi dan jumlah salurannya.
Kenapa setelah PSA disarankan crown
Gigi yang sudah menjalani PSA menjadi lebih rapuh. Dua sebabnya: sebagian struktur gigi hilang saat pembersihan, dan gigi tidak lagi mendapat pasokan cairan dari dalam sehingga lebih mudah patah.
Yang berisiko terutama gigi belakang, karena menanggung beban kunyah paling besar. Menutupnya dengan crown melindunginya dari patah — dan gigi yang patah membelah sampai bawah garis gusi setelah PSA umumnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Biaya crown terhitung terpisah dari biaya PSA.
Yang menentukan biayanya
Faktor terbesar adalah gigi mana yang dirawat. Gigi depan umumnya hanya punya satu saluran akar, sementara gigi belakang bisa punya tiga sampai empat saluran yang semuanya harus dibersihkan satu per satu — itu sebabnya rentang biayanya lebar.
Faktor lain: tingkat infeksi, jumlah kunjungan yang dibutuhkan, apakah ada infeksi di ujung akar yang perlu ditangani lebih dulu, dan apakah kasusnya ditangani dokter gigi spesialis konservasi gigi. Perawatan ini dapat diproses dengan asuransi cashless dan tersedia pembayaran bertahap.
