Behel gigi atau kawat gigi adalah alat ortodonti yang menggerakkan gigi secara bertahap ke posisi yang lebih baik. Tekanan ringan dan terus-menerus dari kawat membuat tulang di sekitar akar gigi menyesuaikan diri, sehingga gigi berpindah perlahan. Proses biologis inilah yang membuat perawatan ortodonti butuh waktu bertahun-tahun dan tidak bisa dipercepat sesuka hati.
Bukan hanya soal tampilan
Gigi yang berjejal menyisakan banyak sela sempit yang tidak terjangkau sikat gigi. Akibatnya plak menumpuk, karang gigi cepat terbentuk, dan risiko gigi berlubang serta peradangan gusi meningkat di area tersebut.
Gigitan yang tidak pas juga membuat tekanan mengunyah tersebar tidak merata. Sebagian gigi menanggung beban berlebih sehingga lebih cepat aus, sementara sendi rahang bisa ikut terbebani dan menimbulkan keluhan nyeri atau bunyi saat membuka mulut. Pada kasus tertentu, susunan gigi yang jauh dari ideal memengaruhi cara mengucapkan huruf tertentu.
Karena itu perawatan ortodonti dinilai dari fungsi, bukan hanya dari kerapian yang terlihat di cermin.
Masalah yang bisa ditangani
- Gigi berjejal atau tumbuh bertumpuk karena lengkung rahang sempit
- Gigi depan atas terlalu maju, yang umum disebut tonggos
- Gigi depan bawah lebih maju daripada gigi atas
- Celah atau diastema, termasuk celah di antara dua gigi depan
- Gigitan yang tidak bertemu saat mulut dikatupkan
- Gigi yang miring atau berputar dari posisi seharusnya
Jenis behel
Behel metal konvensional memakai bracket logam dan karet elastis berwarna. Jenis ini paling banyak dipakai, efektif untuk hampir semua kasus, dan karetnya diganti setiap kali kontrol.
Behel self-ligating tidak memerlukan karet karena bracketnya punya penjepit sendiri. Gesekannya lebih kecil dan jarak antarkontrol pada sebagian kasus bisa lebih panjang.
Behel keramik memakai bracket berwarna menyerupai gigi sehingga lebih tidak mencolok. Bahannya lebih rapuh dibanding logam dan memerlukan kehati-hatian lebih saat makan.
Clear aligner berbentuk pelat bening yang bisa dilepas dan diganti secara berkala. Pilihan ini cocok untuk kasus ringan sampai sedang, dengan syarat dipakai disiplin sekitar dua puluh jam sehari. Bila tidak dipakai sesuai anjuran, perawatannya tidak berjalan.
Pilihan jenis behel tidak bisa ditentukan hanya dari preferensi tampilan. Dokter gigi perlu menilai tingkat kesulitan kasus Anda terlebih dahulu, karena tidak semua kasus bisa ditangani semua jenis alat.
Behel bukan aksesori, dan tidak boleh dipasang di tukang gigi
Ini bagian yang paling penting pada halaman ini.
Perawatan ortodonti menggerakkan tulang dan akar gigi. Tanpa pemeriksaan klinis, foto rontgen, dan analisis ruang yang tersedia di rahang, gerakan itu bisa diarahkan ke tempat yang salah. Konsekuensinya nyata: akar gigi terserap dan memendek, gigi goyang karena tulang penyangganya tertekan berlebihan, gusi turun, sampai gigi yang akhirnya harus dicabut.
Behel yang dipasang tanpa kompetensi dan alat yang steril juga menambah risiko infeksi dan kerusakan email di sekitar bracket. Biaya memperbaiki kerusakan seperti ini hampir selalu jauh lebih besar daripada selisih biaya yang tampak lebih murah di awal.
Behel adalah tindakan medis dan harus dipasang oleh dokter gigi, bukan oleh tukang gigi atau jasa pemasangan tanpa izin praktik.
Tahapan perawatan
Perawatan dimulai dari konsultasi dan pemeriksaan, termasuk foto rontgen serta pencetakan atau pemindaian gigi. Dari data ini dokter menyusun rencana perawatan: gigi mana yang perlu digerakkan, ke arah mana, dan apakah dibutuhkan ruang tambahan.
Sebelum pemasangan, gigi harus dalam kondisi sehat. Lubang ditambal dan karang gigi dibersihkan lebih dulu, karena memasang bracket di atas gigi bermasalah hanya menyembunyikan masalah tersebut selama bertahun-tahun.
Pemasangan bracket dan kawat pertama biasanya memakan waktu satu hingga dua jam. Setelah itu Anda kontrol secara rutin agar kawat disesuaikan dan pergerakan gigi dievaluasi. Kontrol yang sering terlewat adalah penyebab paling umum perawatan berjalan jauh lebih lama dari perkiraan.
Ketika susunan gigi sudah sesuai rencana, behel dilepas dan Anda masuk ke tahap retainer.
Retainer menentukan hasil akhirnya
Setelah behel dilepas, gigi belum benar-benar stabil di posisi barunya. Serat di sekitar gigi masih punya kecenderungan menarik kembali ke posisi lama, dan pada bulan-bulan pertama kecenderungan itu paling kuat.
Retainer menahan gigi sampai tulang dan jaringan di sekitarnya menyesuaikan diri sepenuhnya. Melewatkan tahap ini adalah penyebab paling sering gigi kembali berantakan setelah bertahun-tahun memakai behel. Pemakaian retainer sesuai anjuran dokter sama menentukannya dengan perawatan behel itu sendiri.
Merawat gigi selama memakai behel
Bracket dan kawat menciptakan banyak sudut baru tempat sisa makanan tertahan, sehingga kebersihan mulut menjadi jauh lebih menantang. Sikat gigi setiap habis makan, gunakan sikat interdental untuk membersihkan sela di sekitar bracket, dan lanjutkan scaling rutin sesuai jadwal dari dokter.
Hindari makanan yang sangat keras dan lengket seperti es batu, kacang utuh, dan permen karet, karena berisiko melepaskan bracket. Bila ada bracket yang lepas atau kawat yang menusuk pipi, segera hubungi klinik dan jangan mencoba memperbaikinya sendiri.
