Cabut gigi adalah tindakan terakhir, bukan yang pertama. Sebelum menyarankannya, dokter gigi akan menilai apakah gigi Anda masih bisa dipertahankan lewat penambalan atau perawatan saluran akar. Gigi asli hampir selalu lebih baik daripada penggantinya, seberapa pun bagus bahan penggantinya.
Pencabutan menjadi pilihan ketika kerusakan sudah melewati batas yang bisa diperbaiki, ketika infeksi berisiko menyebar ke jaringan sekitar, atau ketika posisi gigi justru merusak gigi lain — yang paling sering terjadi pada gigi bungsu yang tumbuh miring.
Kapan gigi masih bisa diselamatkan
Lubang yang besar belum tentu berarti gigi harus dicabut. Selama mahkota gigi masih punya dinding yang cukup dan akarnya sehat, gigi umumnya masih bisa dirawat — dengan perawatan saluran akar bila sarafnya sudah terinfeksi, lalu diperkuat dengan crown.
Yang membuat gigi benar-benar tidak bisa dipertahankan biasanya: patahan yang membelah sampai ke bawah garis gusi, akar yang sudah retak, tulang penyangga yang sudah terlalu banyak hilang sehingga gigi goyang, atau infeksi yang berulang meski sudah dirawat.
Karena itu pemeriksaan dan foto rontgen dilakukan lebih dulu. Keputusan cabut atau tidak diambil setelah melihat kondisi akar dan tulangnya, bukan dari keluhan nyeri semata.
Bagaimana prosesnya
Area di sekitar gigi dibius lokal sampai benar-benar mati rasa. Anda tetap sadar penuh dan bisa merasakan tekanan, tetapi tidak merasakan nyeri. Bila setelah dibius Anda masih merasa sakit, sampaikan — dosisnya bisa ditambah.
Untuk gigi dengan posisi normal, prosesnya berlangsung singkat. Gigi bungsu yang tumbuh miring atau masih terbenam di dalam tulang memerlukan tindakan bedah kecil, dan itu sebabnya biayanya berbeda cukup jauh dari pencabutan biasa.
Setelah gigi terangkat, soket bekas cabutan akan diisi bekuan darah. Bekuan inilah yang melindungi tulang dan saraf di bawahnya, dan menjaganya tetap di tempat adalah bagian terpenting dari pemulihan.
Yang menentukan biayanya
Biaya pencabutan berbeda-beda karena tingkat kesulitannya berbeda. Gigi yang mahkotanya masih utuh dan akarnya lurus jauh lebih sederhana daripada gigi yang tinggal sisa akar, atau gigi bungsu yang tertanam miring menekan gigi sebelahnya.
Faktor lain: apakah dibutuhkan foto rontgen, apakah diperlukan penjahitan, dan apakah tindakannya termasuk bedah minor. Semua itu dijelaskan sebelum tindakan dimulai, setelah dokter melihat kondisi gigi Anda.
Pemulihan setelah pencabutan
Pemulihan awal umumnya berlangsung tiga sampai tujuh hari. Pada hari pertama, gigit kasa dengan tekanan tetap selama sekitar tiga puluh menit untuk menghentikan perdarahan, dan jangan sering-sering menggantinya untuk mengecek.
Hal yang paling penting dihindari dalam dua puluh empat jam pertama: berkumur kuat, menyedot lewat sedotan, dan merokok. Ketiganya dapat melepaskan bekuan darah dari soket dan menimbulkan kondisi yang disebut dry socket — nyeri tajam yang muncul beberapa hari setelah pencabutan dan jauh lebih menyiksa daripada pencabutannya sendiri.
Makanan lunak dan tidak panas lebih nyaman di hari-hari pertama. Sikat gigi tetap dilanjutkan, tetapi hindari area bekas cabutan dulu.
Bengkak ringan adalah hal yang wajar dan biasanya memuncak pada hari kedua lalu menurun. Yang tidak wajar dan perlu segera diperiksakan kembali: nyeri yang justru bertambah berat setelah hari ketiga, perdarahan yang tidak berhenti, demam, atau bengkak yang meluas sampai sulit membuka mulut.
Setelah gigi dicabut, lalu apa
Ruang kosong bekas gigi yang dicabut sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama, terutama pada gigi belakang yang menanggung beban kunyah. Gigi di sebelahnya cenderung bergeser miring mengisi ruang, gigi lawannya pada rahang seberang ikut turun atau naik, dan tulang di bawahnya perlahan menyusut karena tidak lagi menerima rangsangan.
Pilihan penggantinya bergantung kondisi Anda, dan masing-masing punya konsekuensi berbeda dari sisi biaya maupun ketahanan. Ini yang sebaiknya didiskusikan sejak sebelum pencabutan, bukan setelahnya.
