Perawatan gigi anak berbeda dari perawatan gigi dewasa, dan bukan hanya soal ukuran. Gigi susu punya struktur yang berbeda, rahang anak masih tumbuh, dan cara anak merespons situasi baru menentukan apakah perawatan bisa berjalan sama sekali. Pengalaman pertama yang menakutkan sering meninggalkan rasa takut yang terbawa sampai dewasa.
Kapan anak pertama kali ke dokter gigi
Anjuran yang berlaku umum adalah sekitar ulang tahun pertama, atau enam bulan setelah gigi pertama tumbuh — mana yang lebih dulu terjadi.
Kunjungan sepagi itu terasa terlalu awal bagi banyak orang tua, padahal justru di situ nilainya. Pada kunjungan pertama biasanya tidak ada tindakan apa pun. Dokter memeriksa pertumbuhan gigi, menjelaskan cara membersihkan gigi bayi, dan membahas kebiasaan yang berisiko seperti minum susu botol sambil tidur.
Yang sama pentingnya, anak jadi mengenal ruang praktik, kursi, dan dokter dalam suasana tanpa rasa sakit. Anak yang pertama kali datang ke dokter gigi saat giginya sudah sakit akan mengaitkan tempat itu dengan nyeri, dan hubungan itu sulit diubah kemudian.
Gigi susu berlubang tetap harus dirawat
Anggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena toh akan tanggal sendiri adalah salah satu kekeliruan yang paling sering menimbulkan masalah.
Gigi susu berlubang tetap terasa sakit. Rasa sakit itu mengganggu anak makan dan tidur, dan pada gangguan yang berkepanjangan bisa memengaruhi asupan gizinya.
Infeksi dari gigi susu yang berlubang dalam bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya dan ke benih gigi tetap yang sedang terbentuk tepat di bawahnya. Akibatnya gigi tetap yang kelak tumbuh bisa mengalami gangguan bentuk atau warna.
Gigi susu juga menjaga ruang untuk gigi tetap penggantinya. Bila gigi susu tanggal jauh lebih cepat dari waktunya, gigi di sebelahnya bergeser mengisi ruang tersebut. Ketika gigi tetap akhirnya tumbuh, ruangnya sudah tidak cukup sehingga gigi tumbuh berjejal atau di posisi yang salah. Sebagian kebutuhan perawatan behel di kemudian hari berakar dari sini.
Selain itu, gigi geraham susu baru tanggal sekitar usia sepuluh sampai dua belas tahun. Membiarkannya rusak sejak usia lima tahun berarti anak hidup dengan gigi bermasalah selama bertahun-tahun.
Layanan gigi anak di klinik ODAC Family
- Pemeriksaan dan kontrol rutin setiap enam bulan
- Pembersihan karang gigi yang disesuaikan untuk anak
- Aplikasi fluoride untuk memperkuat email gigi
- Fissure sealant, yaitu penutupan celah dalam pada permukaan gigi geraham yang paling sering menjadi tempat awal gigi berlubang
- Penambalan gigi berlubang dengan bahan yang sesuai untuk gigi susu
- Perawatan saraf gigi susu pada lubang yang sudah dalam
- Pencabutan gigi susu bila memang sudah waktunya atau tidak dapat dipertahankan
- Space maintainer untuk menjaga ruang bila gigi susu tanggal terlalu dini
- Edukasi menyikat gigi untuk anak dan orang tua
Bagaimana kami membuat anak nyaman
Anak yang takut tidak bisa dipaksa. Memaksa hanya menghasilkan perlawanan pada hari itu dan penolakan pada kunjungan berikutnya.
Pendekatan yang dipakai bertahap: anak diberi waktu mengenal ruangan lebih dulu, setiap alat diperkenalkan dengan bahasa yang dia pahami sebelum digunakan, dan dokter menjelaskan apa yang akan dilakukan sebelum melakukannya sehingga tidak ada kejutan. Tindakan dipecah menjadi langkah-langkah kecil, dan anak diberi jeda bila mulai lelah.
Pada kunjungan pertama, kadang yang terbaik memang tidak melakukan tindakan apa pun selain berkenalan. Kunjungan yang berakhir dengan anak merasa aman lebih berharga daripada satu tambalan yang selesai tetapi membuat anak menolak datang lagi.
Orang tua juga berperan besar. Hindari menakut-nakuti anak dengan dokter gigi sebagai ancaman, dan hindari kata-kata seperti sakit, suntik, atau bor sebelum datang, karena anak menangkap kecemasan itu jauh sebelum masuk ruang praktik.
Mencegah gigi berlubang pada anak
Bersihkan gusi bayi dengan kain lembap bahkan sebelum gigi pertama tumbuh. Begitu gigi muncul, sikat dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride dalam jumlah sesuai usia.
Anak di bawah usia sekitar delapan tahun umumnya belum punya kendali tangan yang cukup untuk menyikat gigi secara menyeluruh. Biarkan anak menyikat sendiri untuk membangun kebiasaan, lalu ulangi atau rapikan oleh orang tua.
Hindari kebiasaan minum susu dari botol sambil tidur. Susu yang menggenang di sekitar gigi sepanjang malam adalah penyebab paling umum gigi depan anak berlubang parah pada usia dini.
Batasi makanan manis yang lengket dan sering dikonsumsi. Frekuensi ternyata lebih berpengaruh daripada jumlah: sekali makan permen lebih ringan dampaknya dibanding mengemil sedikit-sedikit sepanjang hari, karena mulut tidak punya waktu memulihkan keasamannya.
Terakhir, pertahankan kontrol rutin setiap enam bulan meski tidak ada keluhan. Lubang kecil yang ditemukan lebih awal cukup ditambal sederhana; lubang yang dibiarkan sampai anak mengeluh sakit hampir selalu memerlukan perawatan yang jauh lebih panjang.
