Kapan Anak Pertama Kali Harus ke Dokter Gigi?
Anak sebaiknya dibawa ke dokter gigi saat gigi pertamanya tumbuh, dan paling lambat pada ulang tahun pertamanya. Kunjungan sepagi itu bukan untuk menambal atau mencabut apa pun — tujuannya memeriksa pertumbuhan, menemukan risiko sejak dini, dan membuat anak terbiasa dengan suasana klinik sebelum ia pernah merasakan sakit gigi.
Kenapa sepagi itu, bukan menunggu giginya bermasalah?
Ada tiga alasan yang masing-masing berdiri sendiri:
- Gigi susu bisa berlubang sejak sangat dini. Kerusakan gigi pada anak usia di bawah tiga tahun bukan hal langka, terutama pada anak yang terbiasa tertidur sambil menyusu dari botol.
- Kebiasaan lebih mudah diperbaiki saat masih baru terbentuk. Cara menyusu, kebiasaan ngempeng, dan pola camilan jauh lebih mudah diarahkan pada usia satu tahun daripada pada usia lima tahun.
- Pengalaman pertama menentukan sikapnya bertahun-tahun ke depan. Anak yang kunjungan pertamanya terjadi saat giginya sudah sakit akan mengingat klinik sebagai tempat yang menyakitkan. Yang datang saat tidak ada keluhan hanya akan mengingatnya sebagai tempat yang asing lalu biasa.
Apa yang sebenarnya dilakukan di kunjungan pertama?
Untuk anak yang masih sangat kecil, kunjungan pertama umumnya singkat dan sebagian besar justru berupa percakapan dengan orang tua:
- Memeriksa gigi yang sudah tumbuh, kondisi gusi, dan bentuk gigitan.
- Menilai risiko gigi berlubang berdasarkan pola makan dan kebiasaan sehari-hari.
- Menunjukkan cara membersihkan gigi anak sesuai usianya, termasuk takaran pasta gigi berfluoride yang tepat.
- Membahas kebiasaan yang berpengaruh pada pertumbuhan rahang, seperti isap jempol atau ngempeng.
- Menyepakati jadwal kontrol berikutnya.
Pada anak yang sangat kecil, pemeriksaan sering dilakukan sambil anak duduk di pangkuan orang tua, bukan di kursi perawatan. Ini wajar dan memang disengaja.
Bagaimana menyiapkan anak sebelum datang?
- Pilih waktu saat anak sedang segar, bukan menjelang jam tidur siang atau saat sedang lapar.
- Ceritakan dengan kalimat netral. Cukup katakan dokter akan menghitung giginya. Hindari kata "sakit", "disuntik", atau "jangan takut" — menyebutnya justru memperkenalkan ide itu.
- Jangan menjadikan dokter gigi sebagai ancaman di rumah. Kalimat seperti "nanti dibawa ke dokter gigi kalau tidak mau sikat gigi" membuat kliniknya terbaca sebagai hukuman.
- Jangan menjanjikan bahwa tidak akan ada apa-apa. Kalau ternyata perlu tindakan, janji yang tidak ditepati lebih merusak kepercayaannya daripada tindakannya sendiri.
- Bawa mainan atau benda yang biasa ia pegang, dan datang beberapa menit lebih awal supaya tidak terburu-buru.
Seberapa sering kontrolnya setelah itu?
Umumnya setiap enam bulan sekali, dan bisa lebih sering bila dokter gigi menilai risiko gigi berlubangnya tinggi — misalnya pada anak yang sudah pernah berlubang, sering mengonsumsi makanan manis, atau sulit diajak menyikat gigi. Jarak enam bulan dipilih karena pada rentang itu lubang baru biasanya masih berukuran kecil dan mudah ditangani.
Bagaimana kalau anak menangis atau menolak diperiksa?
Pada anak di bawah tiga tahun, menangis saat diperiksa adalah hal yang biasa dan bukan tanda kunjungannya gagal. Yang penting bukan apakah ia tenang hari itu, melainkan apakah ia pulang tanpa membawa pengalaman buruk.
Bila anak menolak sama sekali, pemeriksaan tidak perlu dipaksakan sampai tuntas dalam satu kali datang. Membagi prosesnya ke beberapa kunjungan pendek sering lebih berhasil daripada menahan anak agar satu kunjungan selesai sempurna.
Kapan perlu datang lebih cepat dari jadwal?
- Terlihat bercak putih kapur atau noda cokelat pada gigi anak.
- Anak mengeluh ngilu, atau menghindari mengunyah pada satu sisi.
- Gusi bengkak, berdarah, atau muncul benjolan.
- Gigi patah atau tanggal karena terjatuh.
- Gigi tetap mulai tumbuh sementara gigi susunya belum tanggal.
- Napas anak berbau meski giginya rutin dibersihkan.
Memeriksakan gigi anak di klinik ODAC
Pemeriksaan gigi anak tersedia di klinik ODAC, dan konsultasi awal tidak dipungut biaya. Penjelasan layanannya dapat dibaca di halaman dokter gigi anak, sementara alamat serta jam praktik tiap klinik ada di halaman daftar cabang.
Sumber Rujukan
Isi artikel ini disusun dengan merujuk pada panduan kesehatan gigi dan mulut dari lembaga berikut. Untuk kondisi yang Anda alami sendiri, pemeriksaan langsung oleh dokter gigi tetap diperlukan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Umur berapa anak pertama kali ke dokter gigi?
Apakah anak perlu ke dokter gigi kalau giginya terlihat baik-baik saja?
Apa yang dilakukan dokter gigi pada kunjungan pertama anak?
Seberapa sering anak perlu kontrol ke dokter gigi?
Bagaimana kalau anak menangis dan menolak diperiksa?
Catatan medis
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter gigi. Kondisi setiap orang berbeda, sehingga tindakan yang tepat hanya dapat ditentukan setelah pemeriksaan klinis. Bila Anda mengalami keluhan, segera periksakan ke dokter gigi di cabang ODAC terdekat.
Masih ada yang ingin ditanyakan?
Artikel ini bersifat umum. Untuk kondisi gigi Anda sendiri, tanyakan langsung ke tim kami — konsultasi awal tidak dipungut biaya.
Tanya via WhatsApp