Kesalahan paling mahal dalam membuka klinik gigi hampir tidak pernah terjadi di ruang perawatan. Ia terjadi jauh sebelumnya, saat lokasi dipilih karena kebetulan ada ruko kosong, atau karena pemiliknya merasa daerah itu ramai. Begitu sewa diteken dan alat dibeli, kesalahan lokasi tidak bisa diperbaiki tanpa membuang sebagian besar modal.
Studi kelayakan adalah tahap yang memisahkan keputusan berdasarkan data dari keputusan berdasarkan firasat. Yang kami nilai bukan hanya apakah lokasinya ramai, melainkan apakah keramaian itu cocok dengan layanan yang akan Anda jual, dan apakah jumlahnya cukup untuk menutup biaya tetap setiap bulan.
Penilaian lokasi mencakup jumlah penduduk di radius yang realistis ditempuh pasien, kelompok usia dan tingkat belanja kesehatannya, pola lalu lintas di depan calon lokasi, ketersediaan parkir, serta seberapa mudah tempat itu dijelaskan lewat telepon. Hal terakhir terdengar sepele, tetapi klinik yang sulit ditemukan kehilangan pasien sebelum sempat melayani.
Peta pesaing disusun apa adanya: berapa klinik gigi yang sudah ada di sekitar, layanan apa yang mereka kuasai, berapa kisaran harganya, dan di bagian mana mereka lemah. Dari situ kami merumuskan celah yang masuk akal untuk diambil klinik baru — bukan bersaing di semua lini, melainkan menang di satu hal yang jelas.
Proyeksi keuangannya disusun dalam tiga skenario: optimistis, wajar, dan pesimistis. Skenario pesimistis adalah yang paling penting, karena di situlah terlihat apakah klinik masih bertahan bila jumlah pasien hanya separuh dari harapan. Banyak rencana terlihat bagus di skenario optimistis dan runtuh di skenario pesimistis — dan kenyataan biasanya berada di antara keduanya.
Kami juga menghitung kebutuhan modal kerja, yaitu uang yang harus tersedia untuk membiayai operasional sebelum pemasukan stabil. Ini pos yang paling sering terlupakan. Banyak klinik baru kehabisan napas bukan karena sepi, melainkan karena seluruh modalnya habis di alat dan renovasi, sementara gaji tim tetap harus dibayar pada bulan-bulan pertama.
Hasil akhirnya satu dokumen yang bisa Anda pakai untuk mengambil keputusan, termasuk keputusan untuk tidak melanjutkan. Kami tidak menganggap studi kelayakan yang menyimpulkan "lokasi ini tidak layak" sebagai kegagalan. Justru itu hasil yang paling menghemat uang Anda.
